Trik Berpuasa Sehat Bagi Perempuan Menopause
Mon May 21, 2018 01:35:14 +00:00 +0000, sirusate

Jakarta, CNN Indonesia — Perempuan mungkin akan mengalami masa menopause di antara usia 49-51 tahun. Berhentinya massa menstruasi tersebut bersifat permanen karena sel telur yang sudah tidak lagi berfungsi ‘normal.’

Menopause biasanya diikuti juga dengan berbagai masalah, salah satunya kepadatan tulang (osteoporosis). Selain itu masalah lain yang muncul adalah meningkatnya risiko penyakit jantung, kegemukan, kulit berbintik, masalah gigi dan gangguan tidur.

Di satu sisi, saat bulan Ramadan, perempuan menopause tak mengalami masalah puasa. Mereka bisa puasa sebulan penuh.
Menurut dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Riyan Hari Kurniawan, masa puasa sangat baik diikuti oleh perempuan menopause. Selain sebagai salah satu kewajiban ibadah Umat Muslim, perempuan menopause justru dapat mengurangi risiko lain yang disebabkan oleh menopause.

“Masa puasa justru dapat dimanfaatkan untuk mengurangi berbagai risiko seperti kelebihan berat badan dan penyakit jantung,” ujarnya beberapa hari lalu.

Selama masa puasa, Riyan mengatakan, seseorang yang sudah menopause dapat memanfaatkan puasa untuk menjaga kelebihan berat badan dengan diet seimbang.

Diet seimbang tersebut dapat dilakukan dengan mengatur konsumsi makan saat sahur dan berbuka puasa. Mereka dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat, protein dan kalsium yang seimbang.

Selain itu, mereka harus menghindari konsumsi lemak yang berlebihan.

Makanan yang disarankan untuk disantap adalah buah-buahan, sayuran berdaun hijau, sereal gandum dan makanan yang tinggi vitamin C.

Sebaliknya, perempuan menopause juga disarankan untuk menghindari konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan D secara berlebihan dan memperparah pengeroposan tulang.

Supaya diet seimbang itu tidak mengurangi tenaga dalam tubuh, Riyan menyarankan supaya perempuan menopause mau mengonsumsi suplemen kalsium. Meski demikian, konsultasikan hal tersebut dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Trik olahraga

Untuk menjaga kesehatan tulang saat puasa, Riyan mengatakan, perempuan menopause perlu untuk melakukan olahraga ringan. Olahraga ringan yang dimaksud misalnya jalan kaki. Jalan kaki ini disarankan untuk dilakukan selama satu jam sebelum buka puasa.

“Olahraga ringan dapat dilakukan, tetapi tidak boleh berlebihan karena dapat berdampak pada tulang seperti patah tulang,” tuturnya.

Selain itu, perempuan menopause juga dapat melakukan suplementasi atau terapi hormon pengganti. Maksudnya, terapi itu mengombinasikan estrogen dan progestin dalam jangka pendek yang berguna untuk mengurangi keluhan fisik dan psikologi. Terapi itu dinilai untuk mencegah penyakit jantung da osteoporosis.

Meski demikian, tidak semua perempuan menopause membutuhkan terapi hormon pengganti. Hal itu dilakukan jika seseorang dinilai membutuhkannya.

Maka itu, Riyan mengatakan, perempuan menopause perlu mengonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Tujuannya juga untuk menghindari efek samping dari terapi.

 

 

 

Source : https://www.cnnindonesia.com/